Lebih dari Sekadar Halal bi Halal, IIBF Jatim Bekali Kader dengan “Senjata” AI untuk Perkuat Ekonomi Umat
Tradisi halal bi halal menjadi momen yang lazim digelar pasca Idulfitri. Berbagai organisasi, komunitas, hingga instansi memanfaatkannya sebagai ajang silaturahmi. Namun, ada yang berbeda dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur.
Melalui agenda bertajuk Pelatihan AI & Halal bi Halal IIBF Se-Jawa Timur, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para pelaku usaha. Sebanyak 200 pebisnis terpilih turut ambil bagian dalam acara yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, mulai pukul 08.00 hingga selesai, bertempat di Ascent Premiere Hotel and Convention, Kota Malang.
Dalam kegiatan ini, IIBF menghadirkan Mas Ihsan, Owner Almira Travel Haji Umroh, sebagai pemateri utama. Ia membagikan wawasan sekaligus praktik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang relevan untuk kebutuhan bisnis masa kini.
Bagi seorang pengusaha, belajar adalah proses yang tidak pernah berhenti. Perkembangan teknologi yang begitu cepat, termasuk AI, menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Bukan tanpa alasan, keterampilan ini kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan yang semakin ketat.
Melalui pelatihan intensif bertajuk “Kuasai AI untuk Pebisnis dalam 1 Hari”, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan secara praktis—mulai dari riset pasar, menyusun strategi, hingga menerjemahkannya menjadi action plan yang aplikatif dalam bisnis mereka.
Kegiatan ini digelar bukan sekadar untuk mengikuti tren teknologi, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu membekali para pebisnis dengan keterampilan AI guna mendorong kemajuan usaha sekaligus memperkuat ekonomi umat.
IIBF sendiri dikenal sebagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap kondisi ekonomi bangsa. Melalui berbagai programnya, IIBF berupaya membangun mental pengusaha yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat.
Dengan menggabungkan pelatihan teknologi dan momen halal bi halal, kegiatan ini menjadi bukti bahwa silaturahmi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas diri. Lebih dari sekadar tradisi, halal bi halal kali ini menjelma menjadi langkah nyata menuju transformasi—dari kebersamaan menuju kemandirian ekonomi berbasis teknologi.
by Media Malang Raya Crew