Hangatnya Halal Bihalal MWC NU Sukun, Satukan Pengurus, Banom, dan Ranting se-Kecamatan
Malang – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sukun menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama pengurus, lembaga, badan otonom (banom), serta ranting se-Kecamatan Sukun pada Ahad, 26 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Sekitar 200 peserta memadati Aula Kantor Kecamatan Sukun, menunjukkan antusiasme tinggi dalam momentum halal bihalal tersebut. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antar pengurus NU di wilayah Sukun, sekaligus memperkuat sinergi antara ulama dan umaro (pemerintah).


Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Wali Kota Malang Bpk. Ali Muthohirin, S.Sy., Camat Sukun Dr. Dian Kuntari, S.STP., M.Si., serta jajaran pengurus MWC NU Sukun seperti KH. A. Ali Mahsun, S.HI. (Ketua Tanfidziyah), Drs. KH. Imam Mukti (Rais Syuriah), Dr. KH. Miftahul Huda, M.Ag (Katib Syuriah), dan Ust. Choirul Anam, SP. (Sekretaris).
Turut hadir pula Drs. H. Anas Fauzi, M.Ag selaku Kepala KUA Sukun, KH. Saifuddin Zuhri (Rois Syuriah MWCNU Blimbing), serta sejumlah kyai NU lainnya. Dari unsur legislatif, hadir juga Muhammad Anas Muttaqin, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang.
Rangkaian Kegiatan Penuh Makna
Acara diawali dengan kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh NU Care Lazisnu Sukun. Sebanyak 20 anak yatim dari berbagai kelurahan di wilayah Sukun menerima santunan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Wali Kota Malang, sambutan ketua pelaksana, serta sambutan dari Kepala KUA Sukun, Drs. H. Anas Fauzi, M.Ag.
Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Saifuddin Zuhri dari Rois Syuriah MWCNU Blimbing, yang memberikan pesan-pesan keagamaan sekaligus refleksi kebangsaan.
Makna Halal Bihalal dan Tantangan Organisasi
Dalam tausiyahnya, KH. Saifuddin Zuhri menekankan pentingnya menjaga makna halal bihalal sebagai momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah.
“Halal bihalal adalah momen untuk membersihkan hati, saling memaafkan, serta mempererat persatuan. Di tengah berbagai tantangan organisasi, NU harus tetap mengedepankan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya nilai Hubbul Wathan Minal Iman, yakni cinta tanah air sebagai bagian dari iman, yang harus terus dijaga oleh seluruh warga Nahdlatul Ulama.
Perkuat Sinergi NU dan Pemerintah
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi internal, tetapi juga mempererat hubungan antara NU dan pemerintah daerah. Kehadiran unsur umaro menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial dan membangun masyarakat yang religius serta berdaya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen NU di Kecamatan Sukun semakin solid dalam menjalankan peran keumatan dan kebangsaan.
by MediaMalangRaya



