Skip to content
Media Malang Raya

Referensi Wisata, Edukasi, dan Kuliner di Malang Raya

Media Malang Raya

Referensi Wisata, Edukasi, dan Kuliner di Malang Raya

  • Wisata
    • Masjid Besar Nurul Muttaqin: Oase Nyaman bagi Pemudik di Tengah Perjalanan Idul Fitri 1447 H / 2026 M
  • Kuliner
    • Warung Massuga, Basecamp Alumni Smuri Hexa 2004
  • Edukasi
    • Koordinasi dan Tanya Jawab Zakat Digelar Lazisnu Kebonsari
  • Lain-lain
    • NU Care Kebonsari: Dari Kepedulian Lahir Senyum di Hari Raya
  • Wisata
    • Masjid Besar Nurul Muttaqin: Oase Nyaman bagi Pemudik di Tengah Perjalanan Idul Fitri 1447 H / 2026 M
  • Kuliner
    • Warung Massuga, Basecamp Alumni Smuri Hexa 2004
  • Edukasi
    • Koordinasi dan Tanya Jawab Zakat Digelar Lazisnu Kebonsari
  • Lain-lain
    • NU Care Kebonsari: Dari Kepedulian Lahir Senyum di Hari Raya
  • Services
  • About
  • Reviews
  • Why Us
  • Contact
Media Malang Raya

Referensi Wisata, Edukasi, dan Kuliner di Malang Raya

Media Malang Raya

Referensi Wisata, Edukasi, dan Kuliner di Malang Raya

  • Wisata
    • Masjid Besar Nurul Muttaqin: Oase Nyaman bagi Pemudik di Tengah Perjalanan Idul Fitri 1447 H / 2026 M
  • Kuliner
    • Warung Massuga, Basecamp Alumni Smuri Hexa 2004
  • Edukasi
    • Koordinasi dan Tanya Jawab Zakat Digelar Lazisnu Kebonsari
  • Lain-lain
    • NU Care Kebonsari: Dari Kepedulian Lahir Senyum di Hari Raya
  • Wisata
    • Masjid Besar Nurul Muttaqin: Oase Nyaman bagi Pemudik di Tengah Perjalanan Idul Fitri 1447 H / 2026 M
  • Kuliner
    • Warung Massuga, Basecamp Alumni Smuri Hexa 2004
  • Edukasi
    • Koordinasi dan Tanya Jawab Zakat Digelar Lazisnu Kebonsari
  • Lain-lain
    • NU Care Kebonsari: Dari Kepedulian Lahir Senyum di Hari Raya
  • Services
  • About
  • Reviews
  • Why Us
  • Contact
sejarah kota malang
edukasi

Sejarah Kota Malang: Dari Kerajaan hingga Era Modern

By admin
March 29, 2026 3 Min Read
0

Awal Mula Sejarah Kota Malang dari Zaman Kerajaan

Sejarah Kota Malang tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah ini. Jika ditarik jauh ke belakang, kawasan Malang telah dihuni sejak masa kerajaan Hindu-Buddha sekitar abad ke-8 Masehi, dibuktikan dengan ditemukannya berbagai prasasti dan candi.

Salah satu peninggalan tertua adalah Candi Badut yang diperkirakan berasal dari tahun 760 M pada masa Kerajaan Kanjuruhan. Kerajaan ini menjadi salah satu kerajaan awal di wilayah Malang, yang dipimpin oleh Raja Gajayana. Letak pusat pemerintahannya diperkirakan berada di sekitar Kecamatan Tlogomas, Kota Malang saat ini.

Memasuki abad ke-13, wilayah Malang menjadi pusat penting bagi Kerajaan Singasari. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1222 M setelah kemenangan Ken Arok. Tokoh penting seperti Ken Arok dan Kertanegara menjadi bagian dari sejarah besar Malang. Pusat kerajaan ini berada di wilayah Singosari (sekarang termasuk Kabupaten Malang).

Setelah runtuhnya Singasari, wilayah Malang masuk dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Malang menjadi daerah strategis yang mendukung kejayaan Majapahit, baik dari segi pertanian maupun pertahanan.

Mengapa Penting Mengetahui Sejarah Kota Malang?

Mengetahui sejarah Kota Malang bukan hanya sekadar memahami masa lalu, tetapi juga untuk mengenali identitas budaya dan akar peradaban masyarakatnya. Dari kerajaan hingga era modern, Malang telah mengalami berbagai perubahan yang membentuk karakter kota yang dikenal sejuk, pendidikan, dan kaya budaya hingga hari ini.

Informasi sejarah ini diperoleh dari berbagai sumber seperti prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), peninggalan candi, hingga catatan sejarah kolonial dan penelitian para ahli sejarah.

Kota Malang di Masa Penjajahan Belanda

Memasuki abad ke-18 hingga ke-20, sejarah Kota Malang memasuki fase baru saat bangsa Eropa, khususnya Belanda, mulai menguasai wilayah Nusantara.

Pada masa kolonial, Malang berkembang pesat sebagai kota administratif dan pemukiman orang Eropa. Kawasan seperti Ijen Boulevard menjadi pusat permukiman elite Belanda, sedangkan pusat pemerintahan berada di sekitar Alun-Alun Malang.

Pemerintah kolonial menjadikan Malang sebagai gemeente (kota praja) pada tahun 1914. Sejak saat itu, Malang memiliki sistem pemerintahan kota modern dengan wali kota yang ditunjuk oleh pemerintah kolonial.

Beberapa nama pemimpin (wali kota) di masa awal antara lain:

  • J.E. Jasper (1914 – wali kota pertama)
  • D.A.W. van Vloten
  • H.I. Bussemaker

Daftar wali kota terus berkembang hingga masa kemerdekaan dan saat ini. Setelah Indonesia merdeka, jabatan wali kota diisi oleh putra daerah Indonesia hingga sekarang.

Perkembangan Wilayah: Dari Malang hingga Malang Raya

malang raya

Seiring waktu, wilayah Malang mengalami perkembangan administratif yang signifikan. Awalnya, Malang merupakan satu wilayah besar, namun kemudian mengalami pemekaran menjadi tiga wilayah utama yang dikenal sebagai Malang Raya.

1. Kota Malang

Kota Malang menjadi pusat pendidikan, perdagangan, dan pemerintahan. Wilayah ini meliputi kecamatan seperti Klojen, Lowokwaru, Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang.

2. Kabupaten Malang

Kabupaten Malang memiliki wilayah yang jauh lebih luas, mencakup daerah pegunungan hingga pantai selatan seperti Pantai Balekambang dan Sendang Biru. Wilayah ini telah ada sejak masa kerajaan dan terus berkembang hingga sekarang.

3. Kota Batu

Kota Batu awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Malang. Namun, pada tahun 2001, Batu resmi menjadi kota otonom. Kota ini dikenal sebagai pusat wisata dengan udara sejuk dan destinasi pegunungan.

Lahirnya Malang Raya

Konsep Malang Raya muncul sebagai penyebutan untuk tiga wilayah tersebut: Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Ketiganya memiliki keterkaitan erat dari segi sejarah, budaya, dan ekonomi.

Pemekaran ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan pembangunan daerah. Meski terpisah secara administratif, ketiga wilayah ini tetap memiliki identitas sejarah yang sama, yaitu berakar dari peradaban kerajaan besar di masa lalu.

Penutup

Sejarah Kota Malang adalah perjalanan panjang yang dimulai dari masa kerajaan Hindu-Buddha, berlanjut ke era kejayaan Singasari dan Majapahit, hingga masa penjajahan Belanda dan perkembangan modern saat ini.

Dengan memahami sejarah Kota Malang, kita tidak hanya mengenal masa lalu, tetapi juga memahami bagaimana kota ini berkembang menjadi salah satu wilayah penting di Jawa Timur. Dari peninggalan candi hingga bangunan kolonial, semua menjadi saksi bisu perjalanan panjang Malang yang patut untuk terus dipelajari dan dilestarikan.

Author

admin

Follow Me
Other Articles
gus Isroqunnajah pcnu
Previous

Bikin Jamaah Tersentuh, Ini Pesan Gus Is saat Khotbah Ied di Nurul Muttaqin

materi ai pak ihsan
Next

Lebih dari Sekadar Halal bi Halal, IIBF Jatim Bekali Kader dengan “Senjata” AI untuk Perkuat Ekonomi Umat

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MediaMalangRaya.com merupakan wadah informasi seputar Wisata, Edukasi dan Kuliner di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu).

Office:
Jl. Satsuitubun I no.29 Kel. Kebonsari Kec. Sukun Kota Malang
Phone : 08990888900

  • edukasi
  • kuliner
  • Lain-lain
  • wisata
Copyright 2026 — Media Malang Raya. All rights reserved. Jawara Media Group